|
Hidup di dunia tentu hanya sementara. Sedangkan kehidupan akhirat lebih kekal dan utama. Kehidupan akhirat tergantung dengan apa yang kita lakukan di dunia ini. Dunia menjadi ladang perbuatan manusia.
Dunia telah dijadikan sekilas tampak gemerlap dan menggiurkan. Padahal itu adalah tipuan belaka. Kesenangan dunia sifatnya sementara. Sebagian kita mengejarnya begitu gigih sehingga hampir-hampir tidak ada waktu untuk berbuat untuk bekal akhiratnya.
Akhirat sekilas telah dinampakkan tidak menarik untuk dilakukan. Padahal itu adalah ujian bagi yang menginginkan kehidupan akhirat yang mulia. Akhirat terkadang terasa memberatkan sehingga sedikit amal ibadah yang dilakukannya.
Sebagian kita ada yang berusaha mendapatkan dan merasa nyaman dengan asuransi dunia. Seakan hidupnya terjamin dengan harta benda keduniawian. Terkadang manusia tanpa sadar lupa bahwa asuransi yang sesungguhnya dimiliki oleh Allah swt saja. Hanya Dia yang sanggup menjamin dengan sebenar-benar jaminan. Siapa yang sanggup berbuat ikhlash taat kepada-Nya, maka akan mejadi penghuni surga.
Pilihan telah disediakan. Semua cara telah dikabarkan oleh nabi Muhammad saw. Selanjutnya terserah kepada pribadi masing-masing untuk melakukan yang dia kehendaki terhadap kadar kehidupan akhirat yang seperti apa yang ia ingin dapatkan.
Wallahu a'lam. Salaam |